-->

Rabu, 31 Agustus 2016

Ngaji Kitab Durotun Nasikhin. Usman Bin Hasan Bin Ahmad Part4

| 07.21 |


Ngaji Kitab Durotun Nasikhin. Usman Bin Hasan Bin Ahmad Part4
Keutamaan Ilmu Bag 3
          Riwayat dari nabi Muhammad SAW.
Sebenarnya Allah itu menjadikan nur dibawahnya ‘ARS besarnya sama dengan 10x dunia. Didalamnya kota itu ada 1000 pepohonan yang terjadinya dari mutiara yaqut zabarjut lu’ luk’  marjan, maka ketika sudah berdirinya hari kiamat dedaunan dari pepohonan tersebut mekar. Lalu ada ajakan dari Allah dimana orang sudah melakukan sholat 5 waktu beserta jama’ah setelah sholat lalu duduk di majelis ilmu/pengajian disuruh datang untuk berlindung di bawah pepohonan di dalam dunia ini, orang orang  tersebut pada datang lalu duduk dibawahnya pepohonan. Lalu diberi hidangan dari nur. Yang mana didalam hidangan tersebut ada semua barang yang diinginkan dan perkara yang mengenakan menurut pandangan mata, maka orang itu dikatakan kepada mereka untuk memakan semua dari isinya hidangan tersebut.
1.      Nabi Muhammad SAW bersabda : Tidak ada orang mukmin yang menyusahkan kematiannya kecuali Allah mencatat orang tersebut pahala 1000 orang alim dan 1000 orang mati shahid sama dengan kematiannya orang alim tersebut sama dengan matinya alam.
2.      Dan tersebut didalam kitab khawasi: Siapa yang mengumpat dari 1 orang yang ahli ilmu, dengan mengumpat kalimat jima’ maka akan jadi kufur dan jadi ketolak ba’in istri lawan tolaq ba’in itu menurut syeh Muhammad dan menurut ahli fiqih.
3.      Shodurusshahid berkata : Didalam kitab fatawi badii’idin, siapa yang meremehkan orang Alim maka jadi khufur dan jadi ketolak ba’in istrinya.
4.      Nabi Muhammad SAW bersabda : Akan datang di suatu masa di mana umat tersebut berpaling dari ulama dan para fuqohak, maka Allah akan menguji umat tersebut dengan 3 macam cobaan, yaitu :
a.       Allah akan menghilangkan berkah dari hasil bekerja umat tersebut.
b.      Allah akan memberi kekuasaan pada umat tersebut kekuasaan yang dholim.
c.       Umat umat tersebut akan mati tanpa iman : waalngiyadzu billahi ta’ala.

Back to Top