ILMU
HAKEKAT
Part
1
Jika kita masih merasa ‘am maksudnya masih bodoh terhadap
Allah, maka kita harus ikhtiah mencari ilmu hakekat yang bisa menjadikan
sentosanya iman, kuatnya iman, yaitu iman tahqit (Iman Haqiqi). Yaitu iman yang
manunggal dengan dzat (bersatu dengan dzat).
Firman
Allah terhadap Nabi Adam AS : “Hai kekasihku Adam, kamu mengertilah kalau ilmu
hakekat itu memahami badan halus yang duduk di dalam jasad kasar (jasad) yaitu
berupa :
1. Nafsu
Aluamah.
2. Nafsu
Amarah.
3. Nafsu
Sufiah.
4. Nafsu
mutmainnah.
5. Roh
Jasmani.
6. Roh
Robbani.
7. Roh
Rohmani.
8. Roh
Idhofi.
Orang
yang belajar (mengaji) ilmu hakekat itu wajib mengetahui 4 perkara :
1. Sabar.
2. Tawaqal.
3. Ridlo.
4. Ihklas.
Dari 4 perkara diatas dapat dijabarkan
sebagai berikut :
1. Sabar.
a. Menurut
Ibnu ‘Atho’ : Jika tertimpa cobaan tetap berlaku baik dan berlapang dada.
b. Munurut
Umar bin Usman : Akan selalu tetap bersama Allah dan menerima cobaan itu dengan
lapang dada dan senang hati.
c. Munurut
Ruwaim : Semua apa yang terjadi terhadap kita diterima dengan tanpa mengeluh.
2. Tawaqal
a. Menurut
Abi yazid Al Bustami : Seandainya disebelah kanan dan kirimu ada hewan galak
atau ular berbisa, engkau tidak akan berubah dari tempatmu.
b. Menurut
Sahal Bin Abdullah : Penyerahan diri seorang hamba dihadapan Allah, seperti
orang yang meninggal dunia yang berada dihadapan orang yang memandikannya, iya
tidak akan berontak sama sekali entah mau diapakan dirinya tadi, yakni dengan
kata lain tetap berpegang teguh kepada Allah.
c. Anas
bin Malik berkata : seorang laki laki datang kepada Rosululloh dengan membawa
unta lalu dia bertanya? ya Rosululloh apakah unta ini saya tinggalkan dan saya
bertawaqal? Lalu Rosululloh menjawab “Ikatlah Untamu dan bertawaqallah”
d. Menurut
Abu Usman Al Hariri : Merasa cukup terhadap yang diberikan Allah kepadanya
dengan tetap berpegang teguh kepada Allah.
e. Menurut
Sahal Bin Abdullah : Hati yang selalu hidup dan selalu bersama Allah dengan
tanpa ketergantungan selain Allah.
f. Menurut
Ba’du Ulama’ : Seperti anak kecil yang tidak tau apa apa, iya tinggal dan hanya
berada di susu ibunya. Begitu juga dengan orang yang bertawaqal dia tidak akan mencari petunjuk kecuali hanya
kepada Allah.
1. Ridlo
a. Menurut
Haras Mahasibi : Ketenangan hati dibawah
tempat tempat berlakunya hukum.
b. Menurut
Abu Sulaiman : Tidak minta kepada Allah untuk mendapatkan surga, dan tidak
minta pula kepada Allah untuk dihindarkan api neraka.
c. Menurut
Ruwaim : Menerima hukum dengan senang hati.
2. Ihklas
Ihklas itu rahasia dari rahasiaku yang
aku berikan atau aku titipkan kepada hati orang yang aku cintai diantara hamba
hambaku. Menurut :
a. Dzunnunul
Misri : Tidak ada perbedaan antara dipuji dan dicela dan juga lupa memandang
amalnya sendiri dan lupa menuntut pahala akhirat.
b. Munurut
Ustad Maghribi : Tidak ada bagian atas suatu hal bagi dirinya.
c. Menurut
Abu Usman Al Hariri : Melupakan penglihatan Mahkluk dengan memandang terus yang
tidak ada hentinya terhadap keabadian pencipta (Allah).
d. Menurut
Ahli Sufi : Amal yang Cuma diperlihatkan kepada Allah dan tidak diperlihatkan
kepada selain Allah.
e. Menurut
Al Mursi : Amal yang disertai rasa
senang lahir dan batin
f. Menurut
Ruwaim : Suatu perubahan yang tidak ingin dibalas meskipun itu berupa pahala
dunia atau akhirat.
Dari
4 perkara diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa orang yang beribadah kepada
Allah itu harus bertawakal dengan bersungguh sungguh, disertai dengan hati yang
sabar, ridlo dan ihklas meskipun itu melalui ujian yang pait, getir, berat
maupun ringan.
semoga bermanfaat
ARTIKEL
TERKAIT